Hierarchy of Needs dan Penerapannya Dalam Branding & Marketing

Hierarchy of Needs dalam Marketing dan Branding
Sumber: id.wikipedia.org

Hierarchy of Needs & Penerapannya Dalam Branding Hierarchy of Needs atau Hierarki Kebutuhan adalah teori psikologi yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow (Maslow) pada tahun 1943 dalam makalahnya yang berjudul “A Theory of Human Motivation”. Maslow menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasan seseorang itu jamak yang meliputi kebutuhan biologis dan psikologis. Teori ini pun banyak diterapkan dalam aplikasi branding dan marketing.

5 Tingkatan Pada Hirearchy of Needs dalam Branding & Marketing dari Maslow

Nah, inilah penjelasan dari tingkatan yang paling bawah / dasar (tingkatan 1) hingga tingkatan yang paling atas / tinggi (tingkatan ke 5)

1. Physiological (yang merupakan basic needs dari manusia)

Tingkatan pertama dari hirearchy of needs adalah physiological needs atau kebutuhan fisiologi manusia. Ini mencakup kebutuhan – kebutuhan fisik yang paling mendasar dan hal – hal yang kita butuhkan untuk tetap hidup. Contohnya makanan, minuman, tempat berteduh, tidur, dan yang lain-lainnya. Sebelum kita bisa menangani kebutuhan dalam tingkatan yang lainnya, kebutuhan fisiologi manusia dalam tingkatan ini harus dipenuhi terlebih dahulu.

PENERAPANNYA DALAM BRANDING DAN MARKETING: kita bisa menjual kebutuhan – kebutuhan dasar tersebut (makanan, minuman, dan pakaian) sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman.

2. Safety needs

Tingkat selanjutnya adalah needs akan kebutuhan rasa nyaman dan aman. Di saat kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi, akan muncul naluri manusia untuk ingin merasa aman dan nyaman. 

PENERAPANNYA DALAM BRANDING DAN MARKETING: misal kita menjual pasta gigi, pasta gigi tersebut ditujukan untuk menjaga kebersihan gigi, memiliki rasa tidak pedas (nyaman), dan lain sebagainya.

3. Love / belonging needs | bisa dianggap juga sebagai social needs

Tingkat selanjutnya adalah love / belonging needs / social needs (kebutuhan sosial dan kasih sayang). Manusia butuh kebutuhan – kebutuhan dalam hal koneksi, relasi, intimasi, atau kasih sayang yang bisa menjadi motivasi mereka.

PENERAPANNYA DALAM BRANDING & MARKETING: misal jika kita menjual parfum dengan wangi – wangi yang khusus untuk menarik perhatian lawan janis, atau contoh lainnya jika kita membuat edukasi mengatur keuangan yang membuat pelanggan jadi ahli mengatur keuangan mereka sehingga mereka mendapat kebanggaan

4. Esteem needs

Selanjutnya, adalah kebutuhan akan dihargai (esteem needs). Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang membuat mereka bangga / mendapat pengakuan / mendapat prestige / atau reputasi.

PENERAPANNYA DALAM BRANDING & MARKETING: menjual produk – produk yang mahal dan luxurious, sehingga yang memakai bisa merasa bangga, mendapat pengakuan / memiliki nilai yang lebih.

Yuk, sekarang kita masuk ke hierarchy of needs dalam marketing application yang terakhir.

5. Self-actualization

Nah, di tingkat ini ada self – actualization needs, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri yang merupakan kebutuhan dengan tingkatan tertinggi. Yaitu diakui, dipuji, atau menghasilkan sesuatu yang mendapatkan atensi / perhatian dari banyak orang.

PENERAPANNYA DALAM BRANDING & MARKETING: menjual mobil sport super mahal atau menjual smart phone super mahal

Nah, itulah 5 tingkatan dalam hierarchy of needs dalam marketing dan branding application, dimana kamu bisa menggunakan teori dari hierarchy of needs Maslow tersebut dalam menyusun marketing & branding strategy untuk suatu produk. Jika kamu ingin belajar hal lainnya mengenai branding dan marketing, klik link berikut yuk —> www.thaniakhoedigital.com/branding-dan-marketing

Thania Kusmalinda

Marketing, finance, & technology ● 加油 ● Email: thania@thaniakhoedigital.com / thania.khoe@gmail.com

Leave a Reply