Cara Menulis Storytelling| Teknik Storytelling JITU| Apa itu Storytelling?

Cara Menulis Storytelling Konten yang Menarik
Sumber Ilustrasi: Freepik

Cara menulis storytelling pada konten sosial media untuk menarik perhatian audience mu dengan ampuh – TEKNIK STORYTELLING JITU | Hi digital marketers dan content creators! Kali ini, kita akan diskusikan mengenai teknik konten storytelling. Apa itu storytelling content? Sesuai namanya, konten storytelling adalah konten yang ‘dikemas’ / dibuat dalam bentuk cerita yang menarik. Menurut beberapa ahli, teknik storytelling ini merupakan salah satu teknik terbaik dalam membuat konten karena bisa menyentuh hati para audience, seolah – olah mereka juga merasakan apa yang dirasakan tokoh yang ada di dalam konten tersebut.

Cara Menulis Storytelling Pada Konten Sosial Media

Menulis storytelling itu, kamu harus memahami SIAPA target audience mu, apa yang mereka INGINKAN, apa YANG HARUS DILAKUKAN untuk mencapai keinginan tersebut, APA AKIBATNYA JIKA MEREKA TIDAK MELAKUKANNYA, dan APA HASILNYA jika mereka melakukan hal – hal yang seharusnya mereka lakukan. Nah, kamu harus MEMBERI PANDUAN dalam konten – konten mu untuk MENCAPAI HASIL TERSEBUT. Apakah bingung? Hemmm… Mungkin masih bingung. Baik, sekarang diberi contohnya yah.

1. SIAPA: orang yang ingin berhenti dari kecanduan minum kopi

2. APA YANG MEREKA INGINKAN: berhenti minum kopi

3. YANG HARUS DILAKUKAN: mengurangi minum kopi secara perlahan

4. AKIBAT JIKA TIDAK MENGURANGI: ketergantungan kopi dan kehilangan peluang hidup lebih sehat tanpa kopi

5. APA HASILNYA JIKA LEPAS DARI KOPI: bisa hidup lebih sehat karena bisa memperbanyak minum jus buah (contohnya)

Nah, kamu bisa berikan panduan – panduan kepada audience mu untuk mencapai hasil yang mereka inginkan.

4 Teknik Storytelling JITU Untuk Rebut Perhatian Audience

Nah, sekarang kita bahas apa saja sih, teknik – teknik storytelling JITU yang bisa kamu gunakan untuk memikat perhatian audience? Yuk kita bahas satu per satu.

1. Teknik Storytelling “The Mountain”

Teknik ini diawali dengan pengenalan tokoh, masalah, puncak masalah, dan kemudian diakhiri dengan solusi.

2. Teknik Storytelling “The False Start”

Teknik ini diawali dengan kesalahan – kesalahan / keburukan yang dilakukan si tokoh dalam cerita, lalu bisa diakhiri dengan usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kesalahan – kesalahan tersebut.

3. Teknik Storytelling “The Sparklines”

Teknik The Sparklines ini menceritakan tentang kondisi yang dihadapi audience sekarang, target ke depannya yang diinginkan oleh audience, lalu langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapai target – target tersebut.

4. Teknik Storytelling “The Monomyth”

Teknik ini digunakan dengan menggambarkan bahwa si tokoh ialah ‘pahlawan’ atau seseorang yang hebat. Kamu bisa menggabungkan teknik nomor 1 sampai 3, hanya saja si tokoh ini kamu kemas dengan kisah inspiratif.

Baca Juga…

Thania Kusmalinda

Marketing, finance, & technology ● 加油 ● Email: thania@thaniakhoedigital.com / thania.khoe@gmail.com

Leave a Reply