Belajar Full-Funnel Marketing & Penerapannya Di Digital Ads

Belajar Full-Funnel Marketing Strategy & Penerapannya Di Digital Advertising (Written by Thania Kusmalinda & Ariya Eka Alel) | Marketing funnel adalah langkah-langkah yang diambil customer dari mengenal produk kita hingga membeli produk kita (customer journey). Ini berarti full-funnel marketing berarti pemasaran yang mencakup semua tingkat funnel (marketing), mulai dari Top of Funnel hingga Bottom of Funnel.

“Marketing funnels are linear, customer journeys are not”

Sumber: advertising.amazon.com/blog/what-is-full-funnel-marketing

Di dalam digital marketing analytic terdapat sebuah istilah yang sering disebut ‘funnel’. Digital marketing funnel merupakan sebuah konsep yang biasa digunakan untuk memvisualisasikan tahapan yang dilalui oleh target pengguna (customer journey) mulai dari kapan mereka mengenal produk Anda hingga proses pembeliannya. Sehingga, tidak heran jika konsep funnel marketing strategy ini menjadi sangat penting untuk dipahami, karena dari sini Anda bisa mengetahui hal apa saja yang perlu Anda lakukan selanjutnya untuk meningkatkan traffic. Full-Funnel strategy berarti mencakup semua tingkatan funnel, mulai dari atas sampai bawah. Dengan menerapkan full-funnel strategy berarti bisnis Anda telah menjalankan strategi tersebut secara menyeluruh.

Pahami Marketing Funnel Terlebih Dahulu

Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising
1
  1. TOP OF FUNNEL
    Untuk membangun awareness untuk orang-orang yang belum mengetahui tentang produk kita.
  2. MIDDLE OF FUNNEL
    Untuk membuat target customer menjadikan produk kita salah satu pilihan mereka, dan lebih ‘tampil’ dibanding produk lain.
  3. BOTTOM OF FUNNEL
    Aktivitas untuk mendorong terjadinya pembelian pada calon customer potensial.
Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising
Sumber: www.outbrain.com/blog/full-funnel-marketing-strategy-guide/
Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising
Sumber: https://terakeet.com/blog/full-funnel-marketing/
Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising
Sumber: www.skyword.com/contentstandard/how-the-marketing-funnel-works-from-top-to-bottom/

Contoh Aktivitas Pemasaran Pada Setiap Funnel

Pertama-tama, berikut kita bahas contoh aktivitas marketing pada setial funnel terlebih dahulu.

1. TOP OF FUNNEL

Untuk membangun awareness untuk orang-orang yang belum mengetahui tentang produk kita.
Contoh: konten iklan TV, iklan awareness media sosial, atau influencer diatur sedemikian rupa untuk membangun awareness.

2. MIDDLE OF FUNNEL

Untuk membuat target customer menjadikan produk kita salah satu pilihan mereka, dan lebih ‘tampil’ dibanding produk lain.|
Contoh: menjalankan campaign tentang perbedaan produk kita dengan produk lain.

3. BOTTOM OF FUNNEL

Aktivitas untuk mendorong terjadinya pembelian pada calon customer potensial.
Contoh: iklan sosial media dengan retargeting untuk mendorong pembelian, iklan dengan objektif sales, dan sebagainya.

Mengapa kita menjalankan full-funnel marketing?

  • Menjangkau lebih banyak dan berbagai macam calon customer di berbagai tingkatan
  • Menjaga brand tetap top of mind (nomor teratas di ingatan customer)
  • Meningkatkan jumlah pelanggan baru dan meningkatkan repeat purchase

Lalu, Bagaimana Penerapan Full-Funnel Marketing Strategy Pada Digital Advertising?

Bagaimana penerapan full-funnel marketing strategy pada aplikasi digital advertising? Yaitu:

1. Dengan pemilihan objektif pada advertising channel

Pilih objektif yang diinginkan apakah itu Top Of Funnel, Middle of Funnel, atau Bottom of Funnel.

2. Dengan diferensiasi/pembedaan konten pada setiap objektif

Misalnya objektif Top of Funnel kontennya tentang pengenalan produk (karena menyasar orang-orang yang belum tahu produk kita dan kita sedang membangun awareness), lalu objektif Bottom of Funnel kontennya tentang promo atau diskon (karena untuk mengejar pembelian atau repeat purchase).

Objektif pada setiap channel advertising sesuai dengan kelompok funneling nya:

1. Google Ads

Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising

Pada Google Ads:
– Objektif Top of Funnel: Website traffic, Brand awareness and reach
– Objektif Middle of Funnel: Leads, Product and brand consideration, Local store visits and promotions
Objektif Bottom of Funnel: App promotion, Sales

2. Meta Ads/Facebook Ads

Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising

Pada Meta Ads/Facebook Ads:
– Objektif Top of Funnel: Awareness, Traffic
– Objektif Middle of Funnel: Engagement, Leads
Objektif Bottom of Funnel: App promotion, Sales

3. Tiktok Ads

Belajar Full-Funnel Marketing Strategy dan Bagaimana Penerapannya Pada Digital Advertising

Pada Tiktok Ads:
– Objektif Top of Funnel: Reach
– Objektif Middle of Funnel: Traffic, Video views, Lead generation, Community interaction (followers/profile visits)
Objektif Bottom of Funnel: App promotion, Website conversions, Product sales

Itulah penerapan Full-Funnel Marketing Strategy pada Digital Advertising. Menerapkan full-funnel digital marketing sangat penting untuk meningkatkan strategi pemasaran bisnis yang lebih akurat dan terarah. Namun, perlu Anda catat bahwa funnel di atas hanya berupa penyederhanaan dari perjalanan pengguna yang sebenarnya. Setiap bisnis perlu memiliki model funnelnya sendiri, tergantung dari objektif dan perspektif bisnis itu sendiri. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Thania Kusmalinda

Marketing, finance, & technology ● 加油 ● Email: thania@thaniakhoedigital.com / thania.khoe@gmail.com

This Post Has 2 Comments

  1. Ahmad

    Sangat bermanfaat 👍

    1. Thania Kusmalinda

      :))

Leave a Reply